PPSDM POM Menyelenggarakan Pelatihan BISINDO, untuk Pelayanan Publik yang Lebih Inklusif

16-03-2026 Pelatihan Dilihat 10 kali

Upaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin inklusif terus dilakukan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan (PPSDM POM). Salah satunya melalui penyelenggaraan Pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Level Dasar yang dilaksanakan oleh PPSDM POM pada 9 Februari hingga 16 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh 30 pegawai BPOM yang berasal dari berbagai unit kerja pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah. Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kompetensi pegawai agar mampu berkomunikasi lebih inklusif dengan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas Tuli.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya mempelajari dasar-dasar Bahasa Isyarat Indonesia, tetapi juga diajak memahami dunia Tuli dan budaya Tuli sebagai bagian penting dalam membangun komunikasi yang setara. Bersama fasilitator dari PT Parakerja Disabilitas Bisa, peserta berlatih berbagai kosa kata isyarat yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari hingga konteks pelayanan publik, seperti memberikan informasi, menerima pengaduan, serta berinteraksi dalam situasi layanan. Proses pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, di mana peserta aktif mempraktikkan bahasa isyarat secara langsung selama sesi berlangsung.

Melalui pelatihan ini, PPSDM POM menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong pelayanan publik yang ramah disabilitas dan berorientasi pada kesetaraan akses bagi seluruh masyarakat. Kemampuan dasar berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi pegawai BPOM dalam memberikan layanan yang lebih terbuka, inklusif, dan humanis. Ke depan, program pengembangan kompetensi seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pegawai yang mampu berkontribusi dalam menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dapat diakses oleh semua pihak.

Sarana