PPSDM POM Laksanakan Rangkaian Pemetaan Kompetensi JF Ahli Madya bagi UPT dan Unit Kerja Pusat

05-08-2026 Umum Dilihat 37 kali

Jakarta, 5 Agustus 2026 – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan (PPSDM POM) menyelenggarakan rangkaian Pemetaan Kompetensi Jabatan Fungsional (JF) Ahli Madya sebagai bagian dari reassessment kompetensi dalam rangka pemutakhiran data kompetensi dan penguatan implementasi manajemen talenta berbasis sistem merit di lingkungan Badan POM. Kegiatan dilaksanakan secara daring selama dua hari, yakni pada 4–5 Agustus 2026.

Pada 4 Agustus 2026, pemetaan kompetensi diikuti oleh pegawai JF Ahli Madya dari 12 Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu Balai Besar POM di Padang, Balai Besar POM di Jayapura, Balai Besar POM di Palembang, Balai Besar POM di Yogyakarta, Balai Besar POM di Banda Aceh, Balai Besar POM di Bandar Lampung, Balai Besar POM di Pontianak, Balai Besar POM di Denpasar, Balai Besar POM di Mataram, Balai Besar POM di Banjarbaru, Balai POM di Manokwari, dan Balai POM di Payakumbuh. Selanjutnya, pada 5 Agustus 2026, kegiatan yang sama dilaksanakan bagi peserta JF Ahli Madya yang berasal dari unit kerja pusat BPOM.

Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta mengikuti Pemetaan Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural menggunakan metode Situational Judgment Test (SJT) yang dipadukan dengan Tes Literasi Digital. Asesmen dilaksanakan secara daring untuk memperoleh gambaran kompetensi peserta secara objektif sebagai dasar pemutakhiran profil kompetensi pegawai.

Pelaksanaan pemetaan kompetensi ini merupakan bagian dari upaya PPSDM POM dalam mendukung pengelolaan talenta ASN yang terintegrasi. Hasil reassessment akan dimanfaatkan sebagai bahan pemutakhiran data talenta, khususnya pada aspek kompetensi, serta menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengembangan kompetensi dan perencanaan karier pegawai sesuai prinsip sistem merit.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, PPSDM POM terus berkomitmen mewujudkan pengelolaan sumber daya manusia yang profesional, objektif, dan berkelanjutan. Diharapkan hasil pemetaan kompetensi dapat menjadi landasan dalam pengembangan ASN Badan POM yang semakin kompeten, adaptif, dan siap mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Sarana