PPSDM POM Jadi Rujukan Penguatan Budaya Kerja BerAKHLAK bagi Setjen DPR RI

21-05-2026 Umum Dilihat 18 kali

Jakarta – Pengelolaan budaya kerja BerAKHLAK di lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan kembali menjadi perhatian instansi pemerintah lain. Pada Kamis, 30 April 2026, Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melakukan benchmarking dan audiensi ke Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan (PPSDM POM) untuk mempelajari strategi implementasi budaya kerja BerAKHLAK dan penguatan reformasi birokrasi di BPOM.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat PPSDM POM ini membahas berbagai praktik baik BPOM dalam menginternalisasi nilai-nilai BerAKHLAK, mulai dari integrasi budaya kerja dengan sistem merit, penguatan agen perubahan (Agent of Change/AoC), hingga pemanfaatan teknologi dalam monitoring dan evaluasi budaya kerja. Dalam sesi diskusi, PPSDM POM juga membagikan pengalaman BPOM dalam menyelaraskan budaya kerja PIKKIR dengan core values BerAKHLAK, yang berhasil mendorong capaian indeks BerAKHLAK BPOM menjadi salah satu yang tertinggi di tingkat kementerian/lembaga.

Benchmarking ini menjadi ruang pertukaran pengalaman sekaligus penguatan kolaborasi antarinstansi dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, PPSDM POM menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat pengembangan kompetensi SDM pengawasan obat dan makanan, tetapi juga sebagai mitra pembelajaran reformasi birokrasi dan pembangunan budaya kerja di lingkungan pemerintahan.

Sarana