PPSDM POM Dukung KKN Tematik Keamanan Pangan melalui Pemanfaatan E-Learning IDEAS, Libatkan Lebih dari 600 Mahasiswa dari Berbagai Perguruan Tinggi

19-05-2026 Umum Dilihat 49 kali

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan turut mendukung penguatan implementasi Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Keamanan Pangan Tahun 2026 melalui optimalisasi platform E-Learning IDEAS sebagai media pembelajaran digital bagi mahasiswa peserta program.

Pemanfaatan sistem pembelajaran daring ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan standardisasi materi, efektivitas pembekalan, serta kemudahan koordinasi lintas perguruan tinggi dan wilayah pelaksanaan.

Program SAPA Kampus Berdampak (SKB) merupakan inisiatif Badan POM sejak tahun 2021 yang berfokus pada pembentukan Fasilitator Keamanan Pangan berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sekaligus meningkatkan daya saing UMK pangan olahan. Sejak tahun 2025, program ini diperluas melalui skema 10 SKS dan pada tahun 2026 mulai dirintis pilot project Skema Kuliah Kerja Nyata Tematik Keamanan Pangan.

Melalui skema tersebut, pembelajaran mahasiswa diintegrasikan dengan Program Desa Pangan Aman, SAPA Kampus Berdampak, dan SAPA Kader. Mahasiswa nantinya akan berperan sebagai Fasilitator Keamanan Pangan (FKP) dan Kader Keamanan Pangan (KKP) dalam pelaksanaan edukasi, pendampingan masyarakat, serta pembinaan pelaku usaha pangan olahan di desa.

Badan POM melalui Direktorat PMPUPO terus memperkuat implementasi program melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi mitra, industri melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR), serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM. Rangkaian koordinasi intensif dilaksanakan pada tanggal 14–17 April 2026 guna memastikan kesiapan teknis dan operasional program.

Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi secara 1-on-1 pada tanggal 14–16 April 2026 yang membahas finalisasi lokasi desa, jumlah mahasiswa peserta, skema pendanaan, serta jadwal pelaksanaan kegiatan. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, antara lain penetapan desa sasaran, jadwal pembekalan mahasiswa, penyusunan proposal kegiatan, serta mekanisme dukungan pendanaan CSR dari industri pangan.

Sebagai bagian dari proses pembekalan, PPSDM POM memanfaatkan platform E-Learning IDEAS untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran secara terstruktur dan masif. Melalui platform ini, lebih dari 600 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dapat mengikuti pembelajaran secara fleksibel, terdokumentasi, dan terintegrasi.

Pelaksanaan pembekalan mahasiswa dilakukan dalam beberapa sesi, yaitu:

  • Sesi 1: Universitas Mataram (Unram)
  • Sesi 2: Institut Pertanian Bogor (IPB)
  • Sesi 3: Universitas Diponegoro (Undip)
  • Sesi 4: Universitas Hasanuddin (Unhas)
  • Sesi 5: Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)
  • Sesi 6: Universitas Tanjungpura (Untan)

Pemanfaatan E-Learning IDEAS dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran lintas daerah, terutama mengingat jumlah peserta yang besar dan keterlibatan berbagai perguruan tinggi secara simultan. Selain memudahkan distribusi materi, sistem ini juga memungkinkan monitoring partisipasi mahasiswa, dokumentasi proses pembelajaran, hingga evaluasi pelaksanaan pembekalan secara lebih terukur.

Fokus intervensi program ini meliputi edukasi keamanan pangan, pendampingan pelaku usaha pangan olahan di desa, fasilitasi penerbitan SPP-IRT, bimbingan teknis Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), perbaikan label dan kemasan, serta pendampingan perizinan melalui sistem OSS.

Selanjutnya, pada tanggal 17 April 2026 dilaksanakan Rapat Koordinasi bersama UPT BPOM yang menjadi locus pelaksanaan kegiatan ini, yaitu BBPOM di Makassar, BBPOM di Mataram, BBPOM di Semarang, dan BPOM di Bogor, dengan dukungan unit terkait di pusat. Dalam rapat tersebut ditegaskan peran UPT sebagai koordinator daerah, mentor, sekaligus pendamping teknis bagi mahasiswa selama pelaksanaan program di lapangan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan KKN Tematik Keamanan Pangan Batch 1 Tahun 2026 direncanakan menjangkau sekitar 45 desa dengan melibatkan lebih dari 600 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mitra. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran keamanan pangan sekaligus memperkuat daya saing UMK pangan olahan di desa.

Melalui kolaborasi antara BPOM, perguruan tinggi, industri, serta dukungan transformasi digital pembelajaran melalui E-Learning IDEAS, Program KKNT KP diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan memperkuat ekosistem keamanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Sarana