JAKARTA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan (PPSDM POM) Badan POM menerima kunjungan edukasi dari 40 mahasiswa dan dosen pendamping Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Bandung (UNISBA) pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Batik lantai 6 Kantor BPOM Pusat, Jakarta, ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademisi mengenai Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SISPOM) di Indonesia.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Perwakilan PPSDM POM Widyaiswara Ahli Madya PPSDM POM, Dra. Maria Ulfah, Apt, M.KM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNISBA menjadikan Badan POM sebagai tujuan studi kunjungan.
"Tugas utama Badan POM adalah memastikan produk obat, makanan, kosmetik, hingga suplemen kesehatan yang beredar di masyarakat aman, bermutu, dan bermanfaat. Kunjungan ini merupakan momen penting bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran nyata terkait pengawasan di lapangan serta memupuk semangat profesionalisme di bidang kefarmasian," tegas Dra. Maria Ulfah, Apt, M.KM.
Sambutan balasan disampaikan oleh Dosen Pendamping dari UNISBA, Bapak Jono Sugiharto, S.Farm., yang didampingi oleh Bapak Faqih Radina, S.T. Beliau mengungkapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Badan POM dan berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman mendalam bagi para mahasiswa mengenai peran strategis BPOM.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Widyaiswara PPSDM POM, Dewi Prasetyaningrum, S.Farm., Apt. Dalam paparannya, beliau menjelaskan kerangka kerja Triple Helix pengawasan obat dan makanan yang melibatkan sinergi pemerintah, pelaku usaha/produsen, dan masyarakat. Selain itu, dipaparkan pula mengenai enam fungsi utama pengawasan (standardisasi, registrasi, pengujian, pengawasan, penyuluhan/KIE, dan penindakan) serta peluang karier fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) di lingkungan BPOM.
Pada sesi inti, narasumber Dewi Prasetyaningrum, S.Farm., Apt. (Widyaiswara PPSDM POM) memaparkan materi mengenai Sistem Pengawasan Obat dan Makanan. Sesi pemaparan dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung secara terbuka dan interaktif, di mana para mahasiswa aktif berpartisipasi memperdalam wawasan teknis pengawasan serta peran regulasi kefarmasian.
Melalui kunjungan edukasi ini, diharapkan kolaborasi antara Badan POM dan institusi pendidikan perguruan tinggi terus terjalin erat demi mencetak SDM kefarmasian yang berdaya saing dan berintegritas tinggi menuju Indonesia Emas 2045.
Di akhir kegiatan, PPSDM POM kembali menegaskan komitmennya dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Seluruh peserta diimbau untuk mendukung komitmen Anti-Gratifikasi dengan tidak memberikan hadiah atau tip dalam bentuk apa pun selama rangkaian acara berlangsung. Serta mengajak seluruh Peserta untuk mendukung hal tersebut dengan tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apa pun.
Sebagai bentuk implementasi Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial (PUGIS), kegiatan kunjungan edukatif ini dilaksanakan dengan memberikan kesempatan partisipasi yang setara bagi seluruh peserta tanpa membedakan jenis kelamin maupun latar belakang institusi. Materi dan proses diskusi disampaikan secara inklusif dan interaktif agar dapat diakses serta dipahami oleh seluruh peserta. Selain itu, kunjungan ke sarana edukatif BPOM juga dirancang untuk memberikan manfaat pembelajaran yang merata bagi peserta.