Kids Days Out: Seminar Ketahanan Keluarga di Era Digital 5.0

12-06-2026 Umum Dilihat 41 kali

Jakarta, 2026 – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, belajar, bekerja, hingga mengasuh anak. Di tengah berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi, keluarga menghadapi tantangan baru dalam mendampingi anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab. Menyadari pentingnya peran keluarga dalam menghadapi perubahan tersebut, Agent of Change (AoC) PPSDM POM 2026 menyelenggarakan kegiatan Kids Days Out dengan tema “Ketahanan Keluarga di Era Digital 5.0”.

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi rencana aksi AoC PPSDM POM yang bertujuan memperkuat kesejahteraan pegawai melalui penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama dalam mendukung kehidupan pribadi maupun profesional. Melalui kegiatan ini, pegawai tidak hanya memperoleh wawasan mengenai pengasuhan anak di era digital, tetapi juga mendapatkan bekal untuk membangun lingkungan keluarga yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber Muslicha, S.Sos., M.Si. dari Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Narasumber menjelaskan bahwa perkembangan era digital telah mengalami transformasi dari Digital 1.0 yang berfokus pada digitalisasi informasi hingga Society 5.0 yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi dan pemanfaatan teknologi. Pada era Society 5.0, teknologi seperti kecerdasan buatan, internet of things, big data, dan berbagai inovasi digital diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Meski demikian, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan tersendiri dalam pola pengasuhan. Berdasarkan berbagai indikator pengasuhan anak usia dini, salah satu aspek yang masih memerlukan perhatian adalah dimensi pengasuhan responsif, khususnya dalam pendampingan penggunaan gawai, media sosial, dan internet. Kondisi ini menunjukkan bahwa kehadiran orang tua dalam mendampingi anak saat berinteraksi dengan dunia digital menjadi semakin penting.

Dalam pemaparannya, Muslicha menekankan bahwa ketahanan keluarga di era digital tidak hanya dibangun melalui penguasaan teknologi, tetapi juga melalui penguatan fungsi keluarga. Keluarga memiliki peran penting sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan dunia maya melalui penguatan nilai agama, cinta kasih, perlindungan, pendidikan, sosial budaya, ekonomi, reproduksi, serta pembinaan lingkungan. Kedelapan fungsi tersebut menjadi fondasi yang membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Narasumber juga menjelaskan pentingnya perubahan paradigma dari sekadar membatasi penggunaan teknologi menjadi pengasuhan digital yang aktif dan konstruktif. Penggunaan gawai tidak lagi dipandang semata-mata sebagai sumber risiko, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, kreativitas, dan interaksi keluarga apabila digunakan secara tepat. Orang tua didorong untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, memberikan pemahaman mengenai etika dan literasi digital, serta mendampingi penggunaan teknologi sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.

Melalui kegiatan ini, AoC PPSDM POM berupaya mendorong terciptanya keluarga pegawai yang lebih tangguh dalam menghadapi dinamika era digital. Ketahanan keluarga yang kuat diyakini akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan pegawai, produktivitas kerja, serta kualitas kehidupan keluarga secara keseluruhan.

Pada akhirnya, penguatan ketahanan keluarga tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan keluarga pegawai, tetapi juga berkontribusi dalam membangun generasi masa depan yang lebih cerdas, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Sejalan dengan semangat Society 5.0, keluarga diharapkan tetap menjadi pusat pembentukan nilai, karakter, dan kesejahteraan, sehingga kemajuan teknologi dapat benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sarana