Jakarta – Mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan terpercaya tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada integritas setiap aparatur yang menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, penguatan budaya antikorupsi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai pendekatan yang relevan dan mudah dipahami. Salah satunya melalui media film yang mampu menyampaikan pesan integritas secara reflektif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPOM bekerja sama dengan Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) bertajuk "Dari Lensa, Integritas Terjaga!" pada Rabu (6/8) di Aula Gedung Batik BPOM Pusat. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan unit kerja BPOM Pusat secara luring serta Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia secara daring. Peserta menyaksikan tiga film pendek bertema antikorupsi, yaitu Hanya Printer, Titip Sendal, dan Review Klinik Baru, yang mengangkat berbagai situasi mengenai penyalahgunaan fasilitas, konflik kepentingan, dan dilema etika dalam lingkungan kerja.
Melalui film-film tersebut, peserta diajak memahami bahwa perilaku antikorupsi dimulai dari keputusan-keputusan sederhana dalam menjalankan tugas sehari-hari. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa integritas bukan hanya kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga komitmen untuk bekerja secara jujur, profesional, dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, BPOM berharap nilai-nilai antikorupsi semakin mengakar sebagai budaya kerja di seluruh unit organisasi. Aparatur yang berintegritas diharapkan mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel sekaligus meningkatkan kualitas pengawasan obat dan makanan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik BPOM terus terjaga.