Makassar, 5 Mei 2026 - Dalam upaya memperkuat kualitas pengawasan Obat dan Makanan agar masyarakat memperoleh jaminan atas mutu, khasiat, dan keamanan sediaan farmasi serta pangan olahan yang beredar, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Universitas Hasanuddin (UNHAS) mendorong kolaborasi pembukaan Program Studi Sarjana Terapan (D4) di bidang Jaminan Mutu Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan. Rencana ini dibahas dalam diskusi bersama di Kampus UNHAS Makassar pada 5 Mei 2026 yang menghadirkan pimpinan UNHAS dan jajaran BPOM, termasuk Kepala PPSDM POM serta Kepala BBPOM Makassar.
Program studi baru ini diharapkan menjadi jawaban atas kesenjangan kompetensi penjaminan mutu yang selama ini belum sepenuhnya dipenuhi oleh lulusan dari program studi yang sudah ada. Selama ini, banyak program studi membahas komoditas sediaan farmasi dan pangan olahan secara terpisah, sehingga pemahaman terkait regulasi dan sistem mutu, termasuk praktik-praktik seperti GMP, GDP, GLP, dan GCP sering berkembang parsial dan belum terintegrasi. Melalui pendekatan pendidikan vokasi yang menekankan porsi praktik lebih besar, UNHAS menilai prodi ini tepat dikembangkan pada jenjang Sarjana Terapan untuk menghasilkan lulusan yang lebih siap kerja dan relevan dengan kebutuhan lapangan.
Dalam diskusi, UNHAS menegaskan bahwa pembukaan prodi baru memerlukan penyusunan Naskah Akademik sebagai dasar proses di senat. Untuk mempercepat realisasi pada 2026, disepakati pembentukan tim kerja bersama yang melibatkan unsur BPOM guna mengawal penyusunan dokumen, rencana kerja, dan koordinasi lintas pihak secara intensif. Sejalan dengan itu, UNHAS juga mendorong desain yang efisien, antara lain opsi satu prodi dengan beberapa peminatan agar cakupan kompetensinya tetap komprehensif sekaligus realistis dari sisi sumber daya.
Dalam forum yang sama, BPOM menekankan bahwa kebutuhan SDM penjaminan mutu dan kepatuhan regulasi masih sangat besar, termasuk untuk memperkuat pendampingan penerapan standar seperti GMP pada pelaku usaha serta memperkokoh ekosistem kepatuhan. Dengan kebutuhan tersebut, ke depan, lulusan prodi ini diharapkan tidak hanya dapat berkontribusi di sektor pemerintah, tetapi juga memiliki ruang kerja yang luas di industri farmasi dan pangan olahan.
Dengan percepatan yang disepakati, BPOM dan UNHAS menargetkan rencana pembukaan prodi Sarjana Terapan ini dapat terealisasi pada tahun 2026 sebagai investasi strategis bagi penguatan SDM penjaminan mutu sediaan farmasi dan pangan olahan di Indonesia.