Benchmarking ke Politeknik ATK Yogyakarta, PPSDM POM Perkuat Fondasi Pengembangan SDM Pengawasan

25-09-2026 Umum Dilihat 8 kali

Benchmarking ke Politeknik ATK Yogyakarta, PPSDM POM Perkuat Fondasi Pengembangan SDM Pengawasan

Yogyakarta, 23 September 2026 – Masyarakat membutuhkan sistem pengawasan obat dan makanan yang didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan pengawasan. Untuk mendukung hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan (PPSDM POM) melaksanakan studi banding dan benchmarking ke Politeknik ATK Yogyakarta, Rabu (23/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperoleh pengayaan, pembelajaran, dan bahan analisis dalam penyiapan pengembangan Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (PoltekPOM).

Politeknik ATK Yogyakarta merupakan perguruan tinggi di bawah Kementerian Perindustrian yang memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi. Berawal dari pendidikan di bidang perkulitan hingga berkembang menjadi politeknik pada tahun 2015, saat ini Politeknik ATK Yogyakarta memiliki tiga program studi, yaitu D3 Teknologi Pengolahan Kulit, D3 Teknologi Pengolahan Produk Kulit, serta D3 Teknologi Pengolahan Karet dan Plastik. Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi bagi PPSDM POM dalam mempelajari pengembangan dan pengelolaan pendidikan tinggi yang berorientasi pada kebutuhan kompetensi dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, PPSDM POM mendalami berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi, antara lain tata kelola kelembagaan, penyelenggaraan pendidikan, pengembangan kurikulum, serta pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia pendidikan. Pembelajaran dari Politeknik ATK Yogyakarta diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyiapkan model pendidikan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pengawasan obat dan makanan, sekaligus mampu mengintegrasikan pembelajaran teori dan praktik yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Bagi masyarakat, pengembangan pendidikan tinggi yang mendukung pengawasan obat dan makanan merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi sesuai dengan tantangan pengawasan. Lulusan yang dipersiapkan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat sistem pengawasan, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan semakin beragamnya produk obat dan makanan yang beredar.

Melalui studi banding dan benchmarking ini, PPSDM POM terus memperkaya perspektif dalam penyiapan PoltekPOM sebagai bagian dari strategi pengembangan SDM pengawasan yang berkelanjutan. Pada akhirnya, penguatan pendidikan dan kompetensi SDM diharapkan turut mendukung sistem pengawasan obat dan makanan yang semakin kuat, sehingga masyarakat memperoleh perlindungan yang optimal terhadap produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat.

Sarana